Tampilkan postingan dengan label SMAMDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMAMDA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 April 2014

Mengapa Militer Rusia yang Kuat Baik untuk Dunia?


Situasi di Ukraina telah membuktikan bahwa Amerika dan sekutu NATO-nya tidak lagi dapat melenturkan otot kekuatan militer mereka dan bertindak seperti tukang gertak internasional.

Sebelum menulis opini ini, saya ingin menekankan bahwa saya adalah pecinta damai dan saya percaya bahwa kerjasama antarpemimpin dunia dapat menciptakan kondisi yang lebih baik demi kepentingan umat manusia. Ketika ada masalah genting yang perlu ditangani, pemimpin dengan pandangan politik dan nilai yang berbeda-beda dapat bekerja sama, contohnya adalah G-20, kelompok yang terbentuk ketika ekonomi global tampak sangat rapuh. Jadi, jika secara ekonomi “para bocah besar” itu bisa bekerja sama, maka secara politis mereka juga seharusnya mampu.

Peristiwa di Ukraina baru-baru ini telah menyebabkan hiruk-pikuk media dan pernyataan tajam dari politisi Barat sungguh membangkitkan minat retorika. Tapi saya tidak ingin membuat pernyataan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menjadi penting dengan menanggapinya. Faktanya adalah, tentara Rusia telah menunjukkan tingkat profesionalisme yang luar biasa dan operasi di Krimea terjadi tanpa pertumpahan darah. Tidak satu pun tembakan pecah selama peristiwa tersebut dan kini semenanjung sudah berada dalam kondisi tenang.

Rusia tidak ingin membuat kekacauan di Ukraina, karena jelas ini bertentangan dengan kepentingan terbaik Moskow. Namun, campur tangan Amerika di negara bekas Republik Soviet adalah bagian dari kebijakan lama yang berlarut-larut untuk melemahkan saingan Perang Dingin mereka. Pemerintah Amerika jelas tengah mencoba menciptakan situasi panas di Ukrania untuk melihat seberapa jauh mereka dapat memprovokasi Rusia.

Mari kita membayangkan situasi jika Moskow mendorong, mendukung, mensponsori, dan mempersenjatai rezim boneka anti-Amerika di Meksiko. Akankah Amerika hanya duduk diam? Apakah Amerika Serikat menolak untuk campur tangan terhadap urusan negara-negara Amerika Latin? Apakah Amerika mengikuti hukum internasional dalam lingkungannya sendiri atau di beberapa belahan dunia lain? Bukankah konflik di Irak pada abad ke-21 jelas-jelas merupakan kasus negara yang diserang dengan alasan palsu demi perubahan rezim?

Situasi di Ukraina telah membuktikan, tanpa keraguan, bahwa Amerika dan sekutu NATO-nya tidak lagi dapat melenturkan otot kekuatan militer mereka dan bertindak seperti tukang gertak global. Bahaya terbesar bagi perdamaian dunia sejak jatuhnya Uni Soviet telah datang dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Ketika negara-negara tersebut perlu dihormati karena kebebasan pers, demokrasi, dan etos kerja mereka, kebijakan luar negeri mereka sangat cacat. Ini murni pelanggaran terhadap nilai-nilai beradab untuk menciptakan perang berdarah demi menggulingkan pemimpin sebuah negara yang seringkali merupakan pemimpin yang terpilih secara demokratis. Hal tersebut dilakukan hanya agar rezim boneka dapat melayani kepentingan mereka.

Jika NATO jelas prihatin tentang demokrasi dan hak asasi manusia maka mereka tidak akan bersikap lunak pada rezim-rezim seperti Arab Saudi, di mana pelanggaran HAM adalah norma yang diterima. Tidak ada kekhawatiran bagi demokrasi di negara seperti Pakistan, sekutu non-NATO Amerika Serikat, di mana tentara benar-benar mengambil semua keputusan. Barat mendukung rezim apartheid di Afrika Selatan selama beberapa dekade dan pembuat kebijakan tampaknya sangat antipati pada Rusia sehingga mereka bahkan siap memiliki pemerintah ultranasionalis neo-Nazi di Kiev. Kebetulan, Estonia, sekutu Barat yang setia, baru-baru ini mengatakan bahwa penembak jitu di Kiev sejatinya adalah produk dari kaum nasionalis dan bukan disponsori oleh Viktor Yanukovych.

Kekuatan diplomatik Rusia telah meningkat selama beberapa tahun terakhir dan negara ini telah melakukan perannya semaksimal mungkin untuk menghentikan pertumpahan darah. Moskow berhasil menghentikan pemboman Amerika Serikat di Suriah dan mencegah perang di tempat-tempat seperti Iran. Barat tahu batas-batasnya sekarang dan tidak akan berani mengambil risiko konfrontasi militer dengan Moskow yang serupa dengan Perang Krimea. Hal ini juga meminimalkan risiko kejahilan NATO di negara ketiga.

Integritas Teritorial

Barat telah berhimpun di sekitar “pemerintahan baru” Kiev dan menyerukan Rusia untuk menghormati integritas wilayah Ukraina. Tanpa mengambil sikap atas masalah ini, beberapa pertanyaan muncul. Mengapa rakyat Kosovo memiliki hak untuk merdeka dari Serbia? Mengapa orang-orang dari Abkhazia tidak memiliki hak yang sama? Mengapa bagian dari Sudan boleh-boleh saja membuat negara baru yakni Sudan Selatan? Mengapa pembentukan Timor Timur dianggap adil? Jika hukum internasional diukir dalam batu, mengapa hukum ini hanya berlaku untuk negara-negara tertentu dan bukan untuk yang lain? Di mana kita dapat membuat batas antara hak-hak demokratis asli dan pelanggaran hukum internasional? Ini adalah pertanyaan yang sangat sulit dijawab.

Dunia membutuhkan perdamaian, pembangunan, dan lingkungan alam yang dilindungi. Para pemimpin dunia memikul tanggung jawab dalam mengusahakan semua hal tersebut. Tapi selama Barat mencoba untuk memperpanjang hegemoni Amerika Serikat di seluruh dunia, prospek perdamaian dunia terlihat sangat redup. Munculnya kembali Rusia sebagai kekuatan militer akan berdampak besar untuk memastikan kekerasan di dunia jauh berkurang.


sumber: http://indonesia.rbth.com/politics/2014/04/15/mengapa_militer_rusia_yang_kuat_baik_untuk_dunia_23611.html

Senin, 07 April 2014

Si Gemuk "Ocean Shield", Kapal Pendeteksi Sinyal Black Box Diduga MH370

 
Setelah kapal China Haixun 01, kapal milik Australia 'Ocean Shield' mendeteksi sinyal diduga kotak hitam milik Malaysia Airlines MH370 di Samudera Hindia. Bagaimana profil kapal gemuk tersebut?

Dikutip dari situs resmi Angkatan Laut Australia, Senin (7/4/2014), kapal Ocean Shield kini masuk dalam deretan kapal milik Royal Australian Navy (RAN). Kapal itu sebelumnya milik sebuah perusahaan swasta dengan nama Skandi Bergen. Ocean Shield sengaja dibeli pemerintah pada Maret 2012 lalu dengan harga 130 juta dolar Australia untuk menambah daftar kapal amfibi, setelah HMAS Choules dan HMAS Tobruk.

Ocean Shield akan fokus digunakan untuk misi kemanusiaan. Bisa juga untuk menjadi sarana transportasi para tentara, hingga mengirim suplai bagi korban bencana alam.

Sebelum dikirim dalam operasi pencarian MH370, pesawat itu dioperasikan di perairan Samudera Hindia untuk misi pengintaian, deteksi dan mencari kapal yang beroperasi secara ilegal. Kapal berwarna merah ini juga bisa beroperasi di kondisi cuaca apapun, termasuk di Antartika.

Kapal tersebut memiliki berat sekitar 6.500 ton dan panjang 105,9 meter. Kecepatan maksimalnya mencapai 16 knot. Ocean Shield bisa memuat hingga 100 orang. Area deknya memiliki luas 1.000 meter. Sebuah landasan heli juga tersedia. Bodinya yang gemuk di bagian depan membuat kapal ini memiliki daya tarik tersendiri.

Ocean Shield sempat mendeteksi dua sinyal diduga dari kotak hitam MH370. Sinyal pertama terlacak selama dua jam 20 menit, lalu sinyal kedua sekitar 13 menit dan posisinya berada di utara dari area pencarian puing MH370 yang ditetapkan AMSA (otoritas keselamatan maritim Australia).

Sinyal itu terdengar di kedalaman 4.500 meter di dalam lautan. Butuh banyak waktu, sebelum para pencari bisa memastikan apakah itu benar-benar black box yang dicari sebulan terakhir ini.


sumber: 
http://news.detik.com/read/2014/04/07/150800/2547871/1148/si-gemuk-ocean-shield-kapal-pendeteksi-sinyal-black-box-diduga-mh370?9911012

Minggu, 23 Maret 2014

Teori Hilangnya MH370



Sejak menghilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 pada 8
Maret dinihari lalu, sejumlah spekulasi serta teori berkembang di kalangan para pakar maupun masyarakat. Di antaranya masuk akal, namun tidak sedikit yang tak beralasan.

Kantor berita Amerika Serikat, Associated Press seperti dikutip media Malaysia New Straits Times, merangkum tujuh teori yang mengemuka dan dinilai beralasan serta masuk akal terkait hilangnya MAS MH370.

Teori pertama menyebut bahwa MH370 hilang akibat aksi jahat pilot. Teori tersebut mencuat karena diketahui transponder pesawat tiba-tiba berhenti mengirimkan sinyal ke pengandali lalu lintas udara. Kemudian diketahui pesawat berbalik dari jalur yang seharusnya selama beberapa jam setelah transponder mati. Selain itu, sejumlah kunci komunikasi dan perangkat pelacakan yang berada dalam kokpit juga dinonaktifkan. Hal ini menempatkan kecurigaan pada sang pilot.

Menyusul teori itu, tim investigasi yang  mencari dan mempelajari latar belakang pilot pesawat, Kapten Zaharie Ahmad Shah (53) yang telah menerbangkan pesawat untuk MAS sejak tahun 1981. Latar belakang co-pilot Fariq Abdul Hamid (27) yang baru saja menerbangkan pesawat berjenis Boeing 777 itu juga ikut diselidiki. Tim investigasi
bahkan kemudian menelusuri simulator penerbangan yang dimiliki Kapten
Zaharie. Mereka juga menginvestigasi sejumlah file yang pernah dihapus dari simulator tersebut.

Gagasan bahwa pilot menggunakan pesawat untuk bunuh diri atau melakukan pembunuhan massal merupakan hal yang tabu dalam industri penerbangan. Namun ada sejumlah kecelakaan pesawat yang diduga sengaja dilakukan oleh pilot, seperti kecelakaan SilkAir tahun 1997 dan kecelakaan EgyptAir tahun 1999.

Teori kedua adalah aksi pembajakan teroris. Teori ini telah muncul pada awal hilangnya pesawat, menyusul ditemukannya dua warga Iran yang ikut dalam penerbangan menggunakan paspor curian. Namun tim investigasi tidak menemukan kaitan kedua orang tersebut dengan kelompok teror. Keduanya diduga hanya berkaitan dengan migrasi ilegal ke Eropa.

Bukan itu saja, sejak peristiwa pembajakan pesawat Amerika Serikat atau 9/11 tahun 2001 lalu, pengamanan ruang kokpit semakin diperketat, baik melalui sistem, ataupun protokol pengamannya.Namun bukan berarti orang yang tak berkepentingan tak bisa masuk ke dalam kokpit pesawat. Pasalnya, menyusul hilangnya MH370, seorang wanita mengaku pernah diundang ke dalam ruang kokpit selama penerbangan oleh co-pilot Fariq Abdul Hamid yang sekarang ikut dalam MH370 yang hilang.

Wanita tersebut bahkan menasir fotonya bersama co-pilot ketika berada dalam ruang kokpit. Teori ketiga menyebutkan bahwa mungkin saja terjadi bencana secara
tiba-tiba, seperti bom dalam penerbangan atau kesalahan teknis di dalam mesin atau badan pesawat yang menyebabkan pesawat tiba-tiba hancur.

Namun, bila hal tersebut terjadi, maka puing-puing pesawat akan dapat ditemukan di titik di mana transponder baru mati. Apalagi, pesawat Boeing 777 juga hanya memiliki satu catatan kecelakaan dalam 19 tahun sejarahnyam yakni kecelakaan Asiana Airlines di San Francisco pada tahun lalu.

Teori keempat adalah adanya api atau kebakaran listrik. Kebakaran bisa terjadi akibat adanya barang bawaan kargo yang berbahaya sehingga memutus jaringan komunikasi pesawat secara seketika. Jika ini terjadi, kru pesawat masih memiliki waktu untuk memasuki kokpit dan mengambil kendali pesawat.

Teori kelima adalah terjadinya dekompresi dalam pesawat. Dekompresi adalah penurunan tekanan udara dalam kabin pesawat. Dekompresi secara perlahan ataupun tiba-tiba bisa menyebabkan hilangnya oksigen dalam pesawat dan menewaskan semua orang di dalamnya. Logikanya, jika tingkat oksigen menurun, maka pilot akan mendapatkan peringatan otomatis agar mengenakan masker oksigen dan segera
menurunkan pesawat pada ketinggian 10 ribu kaki atau 3.050 meter di mana terdapat tingkat oksigen yang cukup untuk bernafas tanpa bantuan.

Teori keenam menyebut bahwa pesawat telah mendarat di suatu tempat dan bersembunyi yang bisa saja terjadi bila seseorang dengan motif tertentu mendaratkan pesawat ke suatu landasan terpencil dan bersembunyi.

Namun untuk mendaratkan pesawat penumpang ke bandara kecil tanpa alat bantu navigasi yang normal membutuhkan keahlian yang sangat tinggi. Teori tersebut berkembang dan menyebut bahwa pesawat bisa saja diam-diam membayangi pesawat lainnya untuk menghindari deteksi radar militer negara-negara yang dilintasinya.

Teori terakhir adalah penembakan pesawat secara tiba-tiba. Menurut catatan sejarah. Pesawat sipil pernah sengaja ditembak jatuh oleh militer suatu negara. Pada Juli 1988, rudal penjelajah Angkatan Laut Amerika Serikat USS Vincennes sengaja ditembakkan untuk menjatuhkan pesawat Iran Air dan menewaskan total 290 orang yang berada di
dalamnya.

Kemudian pada September 1983, pesawat Korean Air Lines juga pernah ditembak jatuh oleh jet tempur Rusia. Namun untuk MAS MH370, hingga saat ini belum ditemukan adanya bukti bahwa pesawat telah jatuh karena ditembak.

sumber: google.com 

Kamis, 23 Januari 2014

Mengenal Airbus A350 XWB (eXtra Wide Body)




Airbus A350 XWB (eXtra Wide Body) adalah keluarga pesawat jet berbadan lebar yang sedang dikembangkan oleh produsen Eropa pesawat Airbus. A350 ini akan menjadi Airbus pertama dengan struktur kedua sayap pesawat dibuat dari polimer diperkuat serat karbon. pesawat ini akan membawa 270-350 penumpang di tempat duduk kelas tiga, tergantung pada varian. Pada 15 Juni 2013, Airbus A350 yang akan menjadi pesaing utama Boeing 787 Dreamliner ini menjalani penerbangan uji coba perdana dari kota Toulouse ke Paris, Perancis.
A350 pertama kali diumumkan pada tahun 2004 untuk menyaingi Boeing 787. Airbus awalnya merespon efisiensi yang dicanangkan Boeing dengan menawarkan sebuah upgrade A330 dengan mesin baru dan perbaikan aerodynamis untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Maskapai penerbangan umumnya mengabaikan konsep dari Airbus yang memaksa Airbus untuk mengembangkan turunan A330 yang lebih rumit dengan bodi pesaway yang sama tetapi memakai komposit sayap dan ekor baru ditambah dengan mesin yang lebih efisien bahan bakar. Hasil pertama A350 tampak hampir sama dengan A330 secara eksternal tetapi pada dasarnya pesawat ini adalah sebuah desain baru dan hanya memiliki 10% commonality (kesamaan suku cadang) dengan Airbus sebelumnya.
Walaupun konsep A350 memenangkan beberapa pesanan, kebanyakan pelanggan mengkritik karena sangat inferior dari pada Boeing 787 yang telah membuat rekor dalam hal kecepatan pesanan. Pesanan yang sedikit ini memaksa Airbus untuk meninggalkan desain lama A350 dan merespon dengan pesawat yang lebih besar untuk bersaing dengan 777 dan 787. Desain baru ini disebut sebagai A350 XWB, untuk "Extra Wide Body," karena badan pesawatnya menjadi lebih lebar dari A330 dan 787 yang memungkinkan tempat duduk per penumpang yang sedikit lebih lebar.
Perubahan utama lainnya dari desain A350 sebelumnya adalah XWB menggunakan material komposit yang jauh lebih banyak sekitar lebih dari setengah dari keseluruhan struktural pesawat. Kedua sayap dan badan pesawat terdiri darikomposit ringan atau alloy aluminium lithium, yang dipasangkan dengan mesin canggih dan perbaikan aerodinamis yang canggih, menjanjikan perbaikan yang signifikan dalam hal efisiensi bahan bakar jika dibandingkan dengan pesawat komersial yang sudah ada. Airbus berharap untuk menyelesaikan rancangan pesawat ini pada akhir tahun 2008 dalam persiapan untuk pembuatan model pesawat uji-terbang pertama.
Desain baru A350 XWB telah terbukti jauh lebih populer dari A350 awal dengan maskapai penerbangan dan telah didapatkan lebih dari 450 pesanan pada Oktober 2008. Sebagian besar pesanan tersebut adalah untuk A350-900, sedangkan A350-800 sedikit berada di bawahnya. Model A350-1000 yang lebih besar juga telah diluncurkan, serta model kargo jarak jauh masih di bawah pertimbangan. Meskipun rencana awal untuk A350 terbang pertama kali pada 2008 dan mulai beroperasi pada tahun 2010, tetapi dengan adanya desain ulang XWB, program ini tertunda sekitar tiga tahun.




Rancangan awal dan akhir
Ketika Boeing mengumumkan program Boeing 787, katanya biaya operasi yang lebih rendah dari pesawat ini akan membuatnya menjadi ancaman serius terhadap Airbus A330 . Dalam pengumuman publik, Airbus awalnya menolak klaim ini, menyatakan bahwa 787 itu sendiri hanya reaksi terhadap A330, dan bahwa tidak ada respon yang dibutuhkan untuk 787. Tapi maskapai penerbangan Airbus mendorong untuk memberikan pesaing, seperti Boeing telah melakukan 787 memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih rendah 20% dari Boeing 767 .Menurut Bill Gunston dalam bukunya Airbus: Full History, Airbus awalnya mengusulkan derivatif sederhana A330, dijuluki Lite Airbus A330, yang akan menampilkan aerodinamis lebih baik dan mesin serupa dengan yang di 787. Perusahaan memutuskan untuk mengumumkan versi pada tahun 2004 di Farnborough Airshow , tapi tidak melanjutkan.Pada tanggal 16 September 2004, maka presiden Airbus dan CEO Noël Forgeard menegaskan bahwa sebuah proyek baru yang berada di bawah pertimbangan selama pertemuan pribadi yang diadakan dengan pelanggan prospektif. Tapi Forgeard tidak memberikan nama proyek, dan tidak menyatakan apakah ini akan menjadi desain yang sama sekali baru atau modifikasi produk yang sudah ada. Dia menunjukkan bahwa Airbus akan menyelesaikan konsep perusahaan pada akhir tahun 2004, mulai konsultasi dengan maskapai penerbangan pada awal tahun 2005, dan bertujuan untuk meluncurkan program pembangunan baru pada akhir tahun itu. Perusahaan penerbangan tidak puas, dan Airbus berkomitmen € 4 milyar untuk desain baru yang akan disebut A350 tersebut. Versi asli dari A350 yang dangkal mirip A330 karena biasa, pesawat melintang dan perakitan. Sebuah sayap baru, mesin dan horizontal stabilizer itu harus ditambah dengan yang baru material komposit dan metode produksi yang diterapkan pada pesawat untuk membuat A350 pada semua-baru pesawat hampir. Pada tanggal 10 Desember 2004, dewan EADS dan BAE Systems , maka pemegang saham Airbus, Airbus memberikan sebuah "otorisasi untuk menawarkan (ATO)", dan secara resmi menamakannya A350. Pada tanggal 13 Juni 2005 di Paris Air Show , Maskapai penerbangan timur tengah, Qatar Airways mengumumkan bahwa mereka telah memesan 60 pesawat A350. Pada bulan September 2006, maskapai ini menandatangani nota kesepahaman dengan General Electric untuk meluncurkan-GEnx 1A-72 untuk pesawat. Emirates memutuskan untuk membuat pesanan untuk versi awal dari A350 karena kelemahan dalam desain,tetapi sejak XWB A350 dipesan. 6 Oktober 2005, penuh dengan peluncuran program industri itu diumumkan dengan estimasi biaya pengembangan sekitar € 3,5 miliar. Pada Hal ini versi A350 itu direncanakan untuk menjadi 250 - untuk 300-kursi mesin ganda -pesawat berbadan lebar berasal dari desain yang adaA330 . Dalam program ini, A350 akan memiliki sayap dimodifikasi dan mesin baru, sementara berbagi lintas pesawat yang sama-bagian sebagai pendahulunya. Sebagai hasil dari desain yang kontroversial, pesawat adalah terutama terdiri dari Al-Li , daripada -diperkuat serat karbon polimer (CFRP) pesawat pada 787. Ini adalah untuk melihat masuk ke dalam layanan pada tahun 2010 dalam dua versi: A350-kelas 800 mampu terbang 8.800 nm (16.300 km) penumpang khas dengan kapasitas 253 3-kelas dalam konfigurasi dan 300 kursi (3- ) A350-900 dengan jangkauan 7.500 nm (13.900 km). Hal ini dirancang untuk menjadi pesaing langsung ke 787-9 , dan 777-200ER .
Ada tiga varian A350 dan semua diluncurkan pada tahun 2006. Pada November 2011, A350-900 dijadwalkan untuk masuk layanan pada paruh pertama 2014;. Maka -800 pada pertengahan 2016, dan -1000 pada tahun 2017 Semua varian juga akan ditawarkan sebagai jet perusahaan dengan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Airbus Executive and Private Aviation.


Spesifikasi


 Model
A350-800
A350-900
A350-900R
A350-900F
A350-1000
Cockpit crew
Two
Seating, typical
270 (3-class)
276–312 (2-class)
375 (1-class typical)
440 (maximum)
314 (3-class)
315–366 (2-class)
420 (1-class typical)
475 (maximum)
-
350 (3-class)
369–412 (2-class)
475 (1-class typical)
550 (maximum)
Overall length
6.054 m (19,860 kaki)
6.689 m (21,950 kaki)
7.388 m (24,240 kaki)
Wingspan
648 m (2,130 kaki)
Wing area
443  (4,770 ft²)
~460  (5,000 ft²)
31.9°
Overall height
colspan






Fuselage width
596 m (1,960 kaki)
Fuselage height
609 m (2,000 kaki)
Cabin width
561 m (1,840 kaki)
259 t (571,000 lb)
268 t (591,000 lb)
298 t (657,000 lb)
308 t (679,000 lb)
193 t (425,000 lb)
205 t (452,000 lb)


233 t (514,000 lb)
181 t (399,000 lb)
192 t (423,000 lb)


220 t (485,000 lb)

1.157 t (2,550,748.4 lb)[4]



Maximum cargo capacity
28 LD3 or 9 pallets
36 LD3 or 11 pallets

90 t (198,000 lb)
44 LD3 or 14 pallets
Cruise speed
Mach 0.85 (903 km/h, 561 mph, 487 knots, at 40,000 ft/12.19 km)
Maximum cruise speed
Mach 0.89 (945 km/h, 587 mph, 510 knots, at 40,000 ft/12.19 km)
Maximum range
(with passengers and baggage)
15.700 km (8,480 nmi)
15.000 km (8,100 nmi)
19.100 km (10,300 nmi)
9.250 km (4,990 nmi)
Maximum cargo payload
15.600 km (8,420 nmi)
Maximum fuel capacity
129.000 l (34,100 gal AS)
138.000 l (36,500 gal AS)


156.000 l (41,200 gal AS)
Service ceiling
43.100 kaki (13.1 km)


43.100 kaki (13.1 km)
Engines (2×)
Maximum thrust capability